Lensaone.id – Bungo – Masyarakat Dusun Empelu menunggu keputusan dari Bupati Bungo terkait pelantikan Datuk Rio Pejabat Antar Waktu (PAW) yang telah terpilih melalui pemilihan pada Minggu (24/8/2025).
Sudah 45 hari berlalu sejak pemilihan tersebut, yang dimenangkan oleh kandidat nomor urut 2, H. M. Thohir. Sementara itu, Pj. Datuk Rio yang dijabat oleh Subri, S.Pd. telah berakhir masa tugasnya pada 21 September 2025, sesuai dengan surat keputusan yang ditandatangani sebelumnya.
Kini, kekosongan kepemimpinan Dusun Empelu telah berlangsung selama tiga minggu, dan untuk sementara waktu, tugas pemerintahan diemban oleh Sekretaris Dusun Empelu.Kamis 9 Oktober 2025.
Saat dikonfirmasi oleh media Lensaone.id, Plt. Kepala Dinas PMD Kabupaten Bungo melalui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa proses pelantikan akan segera dilaksanakan.
“Ya, dindo, bersabar yo. Insyaallah Senin depan kami akan memanggil Marjohan dan menyampaikan juga kepada masyarakat Dusun Empelu, H. M. Thohir, BPD, dan tokoh masyarakat. Mohon bersabar, insyaallah segera dilantik,” ujar Plt. Kadis PMD Bungo.
Hal senada disampaikan oleh Camat Tanah Sepenggal, Haris, S.Kom., yang mengatakan bahwa prosesnya tinggal menunggu waktu penandatanganan SK oleh Bupati Bungo.
“Prosesnya tidak lama lagi, hanya menunggu SK ditandatangani pak bupati. Saya sudah berbicara langsung dengan beliau, dan pak bupati menyampaikan agar kita menunggu waktu yang tepat karena beliau sedang ada kesibukan. Jadi mohon masyarakat Dusun Empelu bersabar,” ungkap Camat Haris.
Sementara itu, Ketua BPD Dusun Empelu, Riduan, menegaskan bahwa keterlambatan pelantikan telah berdampak pada jalannya roda pemerintahan dusun.
“Kami sangat berharap agar pelantikan segera dilakukan. Banyak urusan pemerintahan yang terhambat, seperti pencairan dana desa, BLT, gaji honorer, dan kegiatan MusrenbangDus untuk tahun 2026 yang terpaksa ditunda. Apalagi tahun 2025 akan segera berakhir, hanya tersisa sekitar dua bulan lagi. Kami berharap Bupati, Dinas PMD, dan Camat segera merespons keadaan ini, karena masyarakat sudah mulai risih dengan kekosongan kepemimpinan,” tegas Riduan.
(Reporter: Hendri)








