Komisi II DPR RI “Bedah” BUMD Jambi, Al Haris dan Dirut Bank Jambi Beberkan Strategi Penguatan

LENSAONE.ID – Jambi – Komisi II DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Bank 9 Jambi, Kamis (20/02/2026), untuk membahas penguatan tata kelola BUMD, kinerja bank daerah, serta isu tata ruang dan agraria. Kunjungan dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, didampingi anggota komisi lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, Dede Yusuf menegaskan perlunya profesionalisme dan transparansi BUMD. Ia mengungkapkan bahwa dari 1.200 BUMD di Indonesia, kurang dari 40 persen berada dalam kondisi sehat. Karena itu, Komisi II tengah menyiapkan RUU BUMD untuk memperkuat regulasi dan manajemen BUMD, termasuk bank daerah agar tetap fokus pada pembiayaan UMKM dan menjaga prinsip kehati-hatian.

 

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat BUMD. Ia menyebut Bank Jambi memiliki kinerja positif, namun masih membutuhkan penguatan modal agar memenuhi ketentuan OJK sebesar Rp3 triliun. Pemerintah provinsi, katanya, terus mendorong percepatan skema Kelompok Usaha Bank (KUB) dengan Bank BJB.

Selain itu, Al Haris juga melaporkan bahwa BUMD PT Jambi Indoguna Internasional tengah berproses memperoleh Participating Interest (PI) dari perusahaan migas seperti PetroChina dan Jetstone Energy untuk menambah pendapatan daerah.

 

Dari sisi perbankan, Direktur Utama Bank Jambi, H. Khairul Suhairi, memastikan bahwa kinerja bank berada dalam kondisi sehat dengan seluruh rasio keuangan melampaui ambang batas.“Kami fokus meningkatkan pembiayaan UMKM dan terus memperbaiki tata kelola. Masukan dari Komisi II menjadi dorongan bagi Bank Jambi untuk semakin kuat sebagai BUMD,” ujarnya.

Kunker tersebut diakhiri dengan dialog bersama kepala daerah se-Provinsi Jambi guna menyerap masukan terkait BUMD, PAD, serta penyelesaian persoalan tata ruang dan agraria.

(Reporter: Meric Lensaone.id)