Lensaone.id – Kota Jambi – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat diplomasi budaya Melayu di tingkat regional. Wali Kota Jambi Maulana menghadiri Majlis Tilawah Al-Qur’an Antara Bangsa ke-16 yang digelar oleh Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) bekerja sama dengan Majlis Agama Islam Melaka di Masjid As-Salamin, Jumat (6/3/2026).
Kehadiran Maulana yang didampingi Ketua TP PKK Kota Jambi Nadiyah menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan budaya dan keagamaan antarnegara serumpun Melayu.
Kegiatan tilawah internasional tersebut merupakan agenda tahunan yang bertujuan memperkuat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, sekaligus mempererat jejaring budaya Melayu di kawasan.
Partisipasi Pemerintah Kota Jambi dalam forum tersebut juga sejalan dengan peran aktif Maulana sebagai pengurus Dunia Melayu Dunia Islam. Ia sebelumnya juga menerima penghargaan dari Presiden DMDI Mohd Ali Mohd Rustam pada Oktober 2025 atas kontribusinya dalam menjaga dan mempromosikan nilai-nilai adat Melayu-Islam.
Menurut Maulana, forum internasional seperti Majlis Tilawah Al-Qur’an menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi budaya sekaligus membuka peluang pengembangan wisata berbasis religi di Kota Jambi.
Ia menyebut pemerintah kota tengah menyiapkan pengembangan kawasan Jambi Kota Seberang sebagai destinasi wisata religi yang menonjolkan nilai budaya Melayu-Islam. “Di kawasan seberang Kota Jambi akan kita kembangkan wisata berbasis religi melalui Kampung Batik Seberang dengan menonjolkan nilai-nilai Melayu dan Islam,” ujarnya.
Pengembangan kawasan tersebut mencakup wilayah Kecamatan Pelayangan dan Danau Teluk, yang dikenal sebagai pusat budaya Melayu di Kota Jambi.
Rencana tersebut merupakan bagian dari program prioritas Bahagia Berbudaya, yang difokuskan pada pelestarian adat, sejarah, dan identitas budaya lokal sekaligus penguatan sektor pariwisata.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Jambi berupaya memadukan kekayaan budaya dengan potensi ekonomi daerah agar mampu menarik wisatawan sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Melalui program ini kita ingin melestarikan aset budaya dan sejarah sekaligus mengembangkan pariwisata berbasis nilai-nilai adat dan etnis lokal,” jelas Maulana.
Maulana juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran masyarakat Melayu dalam bingkai nilai-nilai Islam, termasuk melalui penguatan jaringan kerja sama dengan komunitas Melayu di tingkat regional.
Hal tersebut semakin relevan karena Kota Jambi direncanakan menjadi tuan rumah Majlis Tilawah Al-Qur’an Antara Bangsa pada tahun depan.
“Silaturahmi ini sangat penting, karena insyaallah tahun depan Kota Jambi akan menjadi tuan rumah. Ini menjadi kesempatan untuk memperkuat peran Melayu-Islam sekaligus memperkenalkan potensi daerah,” katanya.
Melalui forum tersebut, Pemerintah Kota Jambi berharap kerja sama budaya Melayu dan penguatan nilai-nilai Islam dapat terus berkembang, sekaligus membuka peluang promosi pariwisata religi di tingkat internasional.
(Reporter: Meric Lensaone.id)








