Lensaone.id – Tebo – Mukhtar dan Sriwahyuni, warga Sungai Bengkal, Kabupaten Tebo, mengaku merasa terancam usai rumah mereka didatangi tiga pria tak dikenal pada Jumat (18/9/2025) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Kepada media ini, Sabtu (20/9/2025), keduanya mengungkapkan keluarga besar mereka kini merasa tidak nyaman sejak peristiwa tersebut. “Selama puluhan tahun tinggal di Bengkal, kami tidak pernah didatangi orang seperti itu, apalagi pada jam-jam subuh,” ujar mereka melalui pesan WhatsApp.
Menurut keterangan, ketiga pria itu terdiri dari satu bertubuh kekar, satu berbadan gemuk pendek, dan satu lagi berpostur tinggi kurus berambut ikal. Mereka sempat menggedor rumah dan memanggil-manggil Sriwahyuni. “Bu… Bu… mana rumah Mukhtar? Bisa dak nunjukin, nanti kami kasih uang,” ujar salah satu dari mereka.
Namun, Sriwahyuni memilih diam dan hanya mengintip dari balik kaca nako jendela rumah, karena merasa takut dan curiga.
Mukhtar menduga, kedatangan tiga pria misterius tersebut berkaitan dengan laporan polisi yang ia buat bersama adiknya pada 3 September 2025 lalu. Laporan bernomor STBPP/186/IX/2025-SPKT POLRES TEBO itu terkait dugaan penyerobotan tanah warisan keluarga seluas 1,564 hektar di Desa Lubuk Madrasah, Kecamatan Tengah Ilir. Tanah itu diduga telah dijual Kepala Desa kepada pendatang sejak 1995–2000 tanpa persetujuan ahli waris.
“Kami hanya ingin hukum ditegakkan. Tapi sejak laporan itu dibuat, keluarga kami jadi dihantui rasa cemas,” kata Mukhtar.
Tiga hari sebelum peristiwa dini hari itu, seorang oknum wartawan lokal juga sempat menyebut ada upaya dari pihak tertentu—termasuk oknum Kepala Desa pengganti—yang ingin melobi media agar pemberitaan dihentikan.
Mukhtar dan Sriwahyuni berharap aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus penyerobotan tanah serta memberikan perlindungan atas ancaman yang mereka rasakan. “Kami memohon aparat hukum mempercepat proses penyidikan dan memantau situasi ini,” tegas keduanya.
Hingga kini, identitas tiga pria tak dikenal tersebut masih menjadi tanda tanya besar bagi keluarga Mukhtar. Mereka menduga kuat para pria itu hanyalah suruhan pihak tertentu untuk menekan keluarga agar mencabut laporan polisi.
(Reporter: Hendri)









