LENSAONE.ID – Jakarta, 27-11-2025 – Bea Cukai wujudkan peran sebagai mitra strategis pelaku usaha kecil dan menengah melalui berbagai program asistensi UMKM di berbagai daerah. Dua kantor Bea Cukai, yaitu Bea Cukai Tembilahan dan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, melaksanakan pendampingan langsung kepada pelaku UMKM berorientasi ekspor di Indragiri Hilir, Riau, dan Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, guna mendorong produk lokal menembus pasar internasional dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, menjelaskan bahwa asistensi kepada UMKM menjadi fokus penting dalam fungsi fasilitasi Bea Cukai. “Melalui kunjungan langsung dan pendampingan yang terarah, kami ingin memastikan bahwa pelaku UMKM mendapatkan kemudahan informasi, memahami prosedur, dan percaya diri untuk masuk ke pasar ekspor. Ketika UMKM tumbuh, maka lapangan kerja bertambah dan kesejahteraan masyarakat di daerah juga ikut meningkat,” ujarnya.
Di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, pada Kamis (13/11), Bea Cukai Tembilahan kunjungi kebun kelapa mitra UMKM PT Bekawan Agro Mandiri, penghasil gula kelapa di Pulau Palas. Indragiri Hilir dikenal sebagai sentra kelapa terbesar di Indonesia, dan kunjungan ini bertujuan melihat langsung proses produksi sekaligus menggali potensi pengembangan ekspor komoditas gula kelapa ke pasar internasional.
Dari kunjungan tersebut diketahui bahwa produksi harian UMKM PT Bekawan Agro Mandiri mampu mencapai puluhan kilogram dan telah memenuhi pasar regional bahkan mulai menjangkau pasar Malaysia. Bea Cukai Tembilahan turut memberikan penjelasan mengenai fasilitas yang dapat dimanfaatkan UMKM, mulai dari konsultasi regulasi, prosedur ekspor, hingga pemenuhan persyaratan teknis. “Kami siap memberikan layanan informasi dan pendampingan bagi UMKM yang ingin naik kelas dan memperluas pasarnya. Kami siap jemput bola, mendatangi langsung, apabila memang ada rekan UMKM membutuhkan pelayanan kami. Kami ingin produk lokal Inhil bisa terus berkembang dan menjadi kebanggaan daerah,” jelas Kepala Kantor Bea Cukai Tembilahan, Setiawan. Langkah ini diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat melalui penguatan rantai nilai komoditas kelapa, peningkatan permintaan terhadap produk UMKM, dan potensi penyerapan tenaga kerja yang lebih luas.
Pada saat yang sama, Bea Cukai Tanjung Balai Karimun juga menunjukkan komitmennya dalam mendorong UMKM berorientasi ekspor di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Bea Cukai Tanjung Balai Karimun kunjungi PT Inmas Sunshine, produsen minuman kemasan di Kabupaten Karimun. Pada kunjungan tersebut, Bea Cukai Tanjung Balai Karimun memberikan layanan prima melalui asistensi, layanan dokumen kepabeanan, dan pengawasan pemuatan untuk mendukung ekspor perdana produk minuman kemasan ke Singapura dengan nilai ekspor mencapai Rp198 juta.
Melalui asistensi yang dilakukan Bea Cukai Tembilahan dan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun ini, UMKM mendapatkan manfaat dalam bentuk peningkatan pemahaman regulasi, kemudahan prosedur ekspor, serta dukungan untuk menjaga kualitas dan kontinuitas produksi. Masyarakat merasakan dampak berupa terbukanya peluang kerja, penguatan ekonomi lokal, dan meningkatnya kebanggaan terhadap produk daerah yang mampu bersaing di pasar global.
Budi Prasetiyo menegaskan bahwa Bea Cukai akan terus menguatkan peran sebagai fasilitator perdagangan, khususnya bagi UMKM. “Kami ingin semakin banyak UMKM yang merasakan bahwa Bea Cukai merupakan mitra yang membantu produk mereka menembus pasar internasional. Ketika ekspor daerah tumbuh, manfaatnya akan kembali ke masyarakat dalam bentuk peningkatan pendapatan, kesempatan kerja, dan pembangunan ekonomi yang lebih merata,” tutupnya.
(Sumber : FB Direktorat Jenderal Bea Dan cukai) ( Reporter : Hendri)









