LENSAONE.ID – BUNGO – Aksi demonstrasi yang diduga dilakukan oleh warga Kecamatan Rantau Pandan, tepatnya di Dusun Rantau Duku, terkait aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Sungai Batang Bungo, viral di media sosial. Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Minggu malam, 11 Januari 2026, sekitar selepas waktu Magrib.
Informasi awal mencuat dari unggahan akun Facebook Azzuro Alilattan, yang membagikan sebuah video berdurasi beberapa menit. Video tersebut telah ditonton dan mendapat beragam tanggapan dari warganet.
Dalam video yang beredar, tampak kerumunan massa cukup ramai di lokasi kejadian. Sejumlah komentar netizen pun bermunculan, termasuk komentar berbahasa daerah yang mempertanyakan keberadaan aparat penegak hukum serta sikap pemerintah daerah terhadap aktivitas PETI di wilayah tersebut. Beberapa komentar bahkan menyinggung dugaan adanya pembiaran terhadap praktik tambang emas ilegal.
Menanggapi komentar warganet, pemilik akun Azzuro Alilattan menyampaikan bahwa saat itu sedang terjadi aksi demonstrasi penolakan terhadap aktivitas PETI di Dusun Rantau Duku, Kecamatan Rantau Pandan, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.
Ia juga menyebutkan adanya dugaan pembakaran alat berat jenis excavator yang diduga digunakan untuk aktivitas tambang emas ilegal di aliran Sungai Batang Bungo.
Dalam video tersebut, selain massa aksi, terlihat pula sebuah kendaraan polisi berada di lokasi kejadian. Namun hingga kini belum dapat dipastikan apakah kendaraan tersebut milik Polsek setempat atau satuan kepolisian lainnya, karena belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang.
Lokasi aksi demonstrasi diduga berada tidak jauh dari salah satu SMA Negeri di Kecamatan Rantau Pandan. Massa terlihat memadati area sekitar lokasi, sementara situasi tampak cukup ramai dan menjadi perhatian warga sekitar.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian, pemerintah daerah, maupun instansi terkait mengenai kebenaran video yang beredar, termasuk dugaan pembakaran alat PETI serta kronologi lengkap kejadian.
Media LENSAONE.ID masih terus berupaya menghimpun data dan melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak berwenang guna memastikan fakta serta perkembangan lebih lanjut terkait peristiwa yang viral di media sosial tersebut.
(Reporter: Hendri)








