Diza Apresiasi Film “Mantagi”: Unik, Sarat Pesan Lingkungan

Lensaone.id – Suasana berbeda terasa dalam pemutaran perdana film antologi Mantagi di Kota Jambi. Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., turut hadir langsung menyaksikan karya sineas lokal yang sarat pesan lingkungan tersebut, didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kota Jambi Mariani Yanti, Ketua LAM Kota Jambi, para sutradara, aktor, hingga tamu undangan lainnya.

Acara dibuka oleh produser film, Mutia, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung lahirnya film Mantagi: Air dan Manusia. Ia menjelaskan, film bergenre fiksi ini mengangkat relasi mendalam antara manusia dan air, yang diceritakan melalui perjalanan dari hulu hingga hilir.

“Cerita dimulai dari Danau Gunung Tujuh di Kerinci, kemudian mengalir ke Desa Air Batu di Merangin, berlanjut ke kawasan Candi Muaro Jambi, hingga berakhir di Teluk Majelis, Tanjung Jabung Timur,” ungkapnya.

Pemutaran perdana ini juga dihadiri pelajar dari SMA Negeri 5 dan SMA Negeri 2 Jambi, serta masyarakat umum yang antusias menyaksikan karya anak daerah tersebut. Film berdurasi hampir dua jam itu sukses menyedot perhatian penonton.

Usai pemutaran, suasana semakin hidup melalui sesi diskusi bersama Wakil Wali Kota, sutradara, produser, dan para aktor. Dialog ini membuka ruang refleksi tentang pesan-pesan yang disampaikan film.

Produser lainnya, Taufik Hidayat Rusty, mengaku bangga atas keberhasilan produksi film ini. Ia menyebut Mantagi sebagai tonggak penting bagi kebangkitan industri film lokal Jambi.

“Film ini melibatkan kru lokal dan juga profesional dari Pulau Jawa yang berasal dari Sumatera. Meski saat ini kita belum selevel dengan Padang atau Medan, saya optimistis ke depan Jambi bisa bersaing di kancah nasional,” ujarnya penuh harap.

Dari sisi peran, aktor utama Husni Thamrin yang memerankan tokoh misterius Mr X menjelaskan bahwa karakternya adalah simbol sisi baik manusia yang peduli terhadap lingkungan.

“Mr X itu representasi jiwa baik kita—yang tidak apatis dan selalu peduli dengan sekitar,” jelasnya.

Sementara itu, aktor Ashar MJ yang memerankan tokoh Nyantan mengungkapkan makna mendalam dari istilah “Mantagi”.

“Mantagi adalah budi pekerti terbaik manusia—tentang kepedulian, tolong-menolong, dan sikap baik terhadap sesama, budaya, alam, dan terutama air,” tuturnya.

Menanggapi film tersebut, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha memberikan apresiasi tinggi. Ia menilai film ini bukan sekadar tontonan, tetapi juga sarat edukasi dan refleksi sosial.

“Empat bagian dalam film ini merepresentasikan wilayah berbeda yang terhubung oleh satu benang merah: bagaimana manusia memperlakukan lingkungannya,” ujarnya.

Diza juga memuji keberanian sineas lokal dalam mempertahankan nilai artistik, mulai dari penggunaan dialog kedaerahan hingga kekuatan visual sinematografi.

“Film seperti ini memang tidak selalu mudah dinikmati, tapi justru di situlah kekuatannya. Pesannya dalam dan artistiknya terasa. Ini film yang butuh kecerdasan untuk menikmatinya,” tegasnya.

Mengakhiri komentarnya, Diza merangkum kesan singkat namun kuat terhadap film tersebut.

“Satu kata untuk film ini: unik.”

Dengan pesan lingkungan yang kuat dan sentuhan artistik yang khas, Mantagi bukan hanya menjadi karya sinema, tetapi juga cerminan kesadaran akan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia dan alam.

(Reporter Meric Lensaone.id)