Lensaone.id – Duka mendalam masih menyelimuti keluarga korban yang merupakan salah satu korban warga kota Jambi, korban kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 malam lalu. Sebagai bentuk empati dan kepedulian, Wali Kota Jambi, Maulana, turun langsung melakukan takziah ke rumah duka salah satu korban di Kota Jambi, akhir April 2026.Korban bernama Nur Alimatun Citra Lestari (19), mahasiswi Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi Trisakti.
Kehadiran orang nomor satu di Kota Jambi itu menjadi penguat bagi keluarga yang tengah dirundung kesedihan akibat tragedi tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL yang menelan belasan korban jiwa tersebut.
Dalam suasana haru, Wali Kota Maulana menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus memberikan tausiyah singkat kepada keluarga korban agar tetap tabah dan sabar menghadapi ujian berat tersebut.
“Musibah ini tentu meninggalkan luka mendalam bagi keluarga. Namun kita semua percaya, setiap ujian pasti ada hikmahnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Maulana saat berada di rumah duka.
Tak hanya hadir memberikan dukungan moril, Pemerintah Kota Jambi juga bergerak cepat memfasilitasi penyerahan Santunan Jaminan Kematian (JKM) serta beasiswa pendidikan melalui BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris yang berhak menerima.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap keluarga korban, terlebih apabila korban semasa hidup dikenal aktif mengabdi di tengah masyarakat, termasuk sebagai Ketua RT dan tokoh lingkungan.
Wali Kota Maulana juga mengapresiasi dedikasi para korban selama hidupnya yang dinilai telah banyak berkontribusi bagi masyarakat Kota Jambi.
“Pengabdian mereka untuk masyarakat akan selalu dikenang. Pemerintah hadir untuk memastikan keluarga yang ditinggalkan tetap mendapat perhatian dan dukungan,” tegasnya.
Kunjungan takziah itu pun mendapat apresiasi dari keluarga korban dan warga sekitar. Kehadiran langsung Wali Kota dinilai menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang tengah mengalami musibah besar.
(Reporter: Meric)







