LENSAONE.ID – BUNGO – Pemerintah Kecamatan Rantau Pandan, Kabupaten Bungo, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan yang berlangsung di kantor camat setempat. Kegiatan ini merangkum berbagai usulan pembangunan dari tiap-tiap dusun dalam wilayah Kecamatan Rantau Pandan.
Selain Camat dan jajaran pemerintah kecamatan, perwakilan Pemerintah Kabupaten Bungo turut hadir dalam musyawarah tersebut. Dari unsur legislatif, anggota DPRD Bungo Dapil 3 yang juga Ketua Komisi I DPRD Bungo dari Fraksi Gerindra, Dedi Hardani, hadir bersama sejumlah anggota dewan lainnya.
Dalam sambutannya, Dedi menjelaskan bahwa Musrenbang kecamatan merupakan forum musyawarah tahunan para pemangku kepentingan (stakeholders) di tingkat kecamatan. Forum ini bertujuan untuk menyerap dan membahas usulan prioritas pembangunan yang telah disampaikan melalui Musrenbang tingkat dusun, sekaligus menyepakati rencana kegiatan lintas dusun di Kecamatan Rantau Pandan.
“Musrenbang Kecamatan adalah forum untuk mendapatkan masukan mengenai kegiatan prioritas pembangunan yang didasarkan pada hasil Musrenbang dusun, serta menyepakati rencana kegiatan lintas dusun,” ujar Dedi.
Musrenbang kali ini terasa berbeda karena kekompakan para wakil rakyat yang hadir. Meski tidak seluruhnya, empat anggota DPRD tampak mengikuti jalannya musyawarah.
Selain Dedi Hardani, hadir pula Marhoni Suganda dari Partai NasDem, Muhammad Zahsy dari PKS, serta Salman Alfarisi dari Partai Demokrat. Tim Musrenbang Kabupaten Bungo juga turut serta dalam kegiatan tersebut.
“Bersama kawan-kawan anggota DPRD kita hadir membahas dan menyepakati usulan rencana kegiatan pembangunan lintas dusun. Yang pasti, kita menyepakati daftar prioritas pembangunan kecamatan yang belum tercakup dalam prioritas kegiatan lintas dusun,” sebut politisi Gerindra itu.
Selain menyepakati daftar prioritas, dalam musyawarah juga dilakukan pengelompokan kegiatan prioritas pembangunan berdasarkan bidang dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Dedi menyebutkan bahwa mayoritas usulan dari tiap-tiap dusun masih didominasi sektor infrastruktur, terutama pembangunan dan perbaikan jalan serta bangunan fisik lainnya.
“Dominan ya infrastruktur. Utamanya jalan,” tegasnya.
Ia berharap seluruh usulan yang telah disepakati dalam Musrenbang tersebut dapat direalisasikan dengan baik, meskipun pelaksanaannya tetap akan menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
“Tentu ini menjadi tugas bersama. Sama-sama kita awasi dan kawal agar apa yang sudah disepakati di tingkat kecamatan bisa berjalan,” pungkasnya.
(Reporter: Hendri)










